aku bukan diriku…
ya! semenjak cintamu menguasai aku.
harum tubuhmu, menyelinap memasuki paru-paruku,
terikat bersama oksigen dalam respiratory protein,
dan mengalir kesetiap pembuluh kapilerku.
manja suaramu, tak hanya mampu menggerakan ossicle,
tapi berdiam di cohlea dan memblokir semua suara lainnya,
hanya satu sinyal yang terkirim menuju otak, milikmu.
sentuhanmu, menguasai cerebal cortexku,
menstimulus milyaran neuron untuk menegirimkan sinyal kebahagiaan,
tersebar kesekujur jasad melalui fiber protoplamik.
cintamu, menyusun sistem pertahanan netrofil dan makrofag,
mengalir bersama leukosit didalam setiap aortaku,
memusnahkan setiap virus kedukaan dan bakteri kehampaan.
lalu, bagaimana mungkin jasad ini hidup tanpa dirimu?









